Bahasa Inggris ternyata bukan cuma soal grammar atau sekadar bisa ngobrol. Lebih dari itu, kemampuan ini bisa jadi “tiket” untuk membuka peluang yang lebih luas di era global saat ini. Hal inilah yang menjadi benang merah dalam kegiatan Road to Global Talk yang diselenggarakan oleh komunitas Pojok Dialektika Mahasiswa Manajemen Dakwah (Podium MD).
Mengangkat tema “More Than a Language: How English Boosts Your Value,” kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 09.00 WIB, melalui Zoom Meeting dan secara langsung di Ruang Jurnal Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) lantai 2. Acara ini menghadirkan Moch. Dimas Maulana, M.A,. dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai narasumber.
Dalam suasana yang santai namun tetap penuh makna, Mas Dimas menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan global. Ia menekankan bahwa bahasa Inggris mampu membuka berbagai peluang, mulai dari akses pendidikan, pengembangan karier, hingga memperluas jaringan relasi.
Menurutnya, kemampuan bahasa asing dapat mengubah peluang lokal menjadi peluang global, terutama jika didukung dengan keterampilan komunikasi yang baik. Namun, ia juga menyoroti bahwa banyak orang sebenarnya memiliki potensi, tetapi terhambat oleh rasa takut salah dan kurang percaya diri.
Mas Dimas menegaskan bahwa keberanian adalah kunci awal dalam belajar bahasa Inggris. Kesalahan dalam berbicara bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari proses belajar yang wajar. Selain itu, lingkungan yang mendukung juga menjadi faktor penting dalam mempercepat perkembangan kemampuan bahasa.
Tidak kalah penting, ia mengingatkan bahwa konsistensi merupakan faktor utama yang sering diabaikan. Kemampuan bahasa tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi harus dilatih secara terus-menerus. Kebiasaan kecil seperti rutin mendengarkan, membaca, dan mencoba berbicara setiap hari dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Dalam sesi berbagi, ia juga memperkenalkan prinsip sederhana, yaitu listening for speaking dan reading for writing. Dengan banyak mendengarkan, seseorang akan lebih terbiasa dengan pengucapan dan struktur kalimat, sehingga kemampuan berbicara ikut meningkat. Sementara itu, membaca membantu memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan menulis. Kedua aspek ini saling melengkapi dan menjadi dasar penting dalam mengembangkan kemampuan bahasa.
Di akhir sesi, Mas Dimas menegaskan bahwa belajar bahasa Inggris bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan membuka peluang yang lebih luas. Dengan keberanian, lingkungan yang suportif, serta latihan yang konsisten, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Prosesnya memang tidak instan, tetapi hasilnya akan terasa seiring waktu. Sementara itu, Pembina komunitas Podium MD, Alan Juhri, M.A., menjelaskan bahwa sesi kali ini sebenarnya juga dirancang sebagai tahap persiapan bagi mahasiswa sebelum mereka mengikuti Global Talk utama bersama mahasiswa/i dari Rice University, Texas, USA yang dijadwalkan keesokan harinya.
(Zafran Rhaju Efendi, Mahasiswa MD Semester 2)


Prodi Manajemen Dakwah Website Resmi Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau